kusunting janda…mantan kakakku

Jangan terburu mengecap saya sebagai penganut poligami, dan ini tidak melibatkan seorangpun petugas dari KUA, catatan sipil atau pihak berwenang lainnya.
Setelah melalui nego yang berbau nepotisme, si cewek tua yang beberapa bulan ini ikut tinggal serumah dengan saya, resmi saya sunting.
“Astrea Grand 94” motor “cewek tua” yg dulu serumah dan jadi tunggangan kakak saya akhirnya hari ini resmi ditukar sama HSX 125 yg merupakan inventaris istri buat antar jemput sikecil berangkat sekolah, dan tentu saja disertai “mahar” sepantasnya. Sebelumnya kami hanya bertukar pakai karena kakak saya mengeluh si Tua sering ngadat dan harus bongkar pasang busi paling lama seminggu sekali..!! Untung nggak dol itu lubang…!
Maklum sudah 18 tahun pengabdian motor ini dan belum pernah sekalipun bongkar mesin, bahkan tadinya kakak sudah berniat meluncur ke dealer untuk beli tunggangan baru dan menjual si “Tua” ini. Beruntung kakak maen ke rumah saya dan ngobrol permasalahan si Tua..

.

Adapun pertimbangan saya menukar HSX125 dengan si Tua itu bukan semata-mata nilai historis karena si Tua adalah warisan sekaligus motor kesayangan bapak saya semasa beliau hidup, tapi juga akibat kekhawatiran saya terhadap istri saya dalam berkendara. Berawal dari kenyamanan saat menge-gas mesin HSX125 hingga sering tanpa sadar melaju lebih dari batas aman bagi seseorang pengendara yang membawa anak kecil didepan, Sudah dua kali istri mengalami kecelakaan (dan saya bersyukur si kecil tidak apa2), dan saya tidak mau ada lagi kejadian yg sama. Dengan modal keahlian dan pengalaman seadanya saya mengobrak abrik mencari penyakit si Tua ini, dan akhirnya sukses menyembuhkannya setelah saya bawa ke Bengkel kenalan teman saya…hahaha. (padahal 3 bengkel men-vonis si Tua harus menjalani “bedah” karena penyakit kronis…!!!),

Selama beberapa bulan saat nyemplak si Tua, saya perhatikan istri memakai si Tua dengan kecepatan sedang bahkan cenderung pelan, so’alnya mau kenceng sedikit pasti body motor bergetar dan erangan mesin tua seakan “menangis” jika dilecut, dan kalo dipaksa maka ujung-ujungnya ngambek alias mogok,
kenyamanan bisa membuat kita terlena hingga ke batas tidak aman. Tapi bukankah yg kita cari yang nyaman.?

Iklan

5 thoughts on “kusunting janda…mantan kakakku

  1. emasyayang Penulis Tulisan

    Jeroan karbu dibersihkan, terus kampas kopling yg tadinya mau diganti tapi karena masih bagus, akhirnya di buat bergerigi biar lebih maen(sori gak sempet ke foto), motor kembali asyik.. Tapi cuma seminggu, brebet lagi,
    akhirnya coba beli carbon cleaner (campur di bensin) beberapa hari pemakaian masih ada gejala brebet, tapi seminggu kesana hingga sekarang, Alhamdulillah normal mas..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s